Siaran Jogja TV – Kontribusi Indonesia Dalam Perdamaian Dunia

Sesuai dengan amanah konstitusi, salah satu cita-cita bangsa Indonesia yang tertuang dalam Undang-Undang Dasar 1945 yaitu untuk berkontribusi dalam perdamaian Dunia, merupakan cita-cita luhur yang patut diperjuangkan dengan nyata. Menurut Dr. Sefriani, S.H., M.Hum. dalam Talk Show Perspektif Hukum “ Kontribusi Indonesia Dalam Perdamaian Dunia” di Jogja TV pada hari Selasa, 30 Januari 2018, Peran Indonesia dalam perwujudan perdamaian dunia sangatlah penting. Jika ditilik dari keadaan demografis Indonesia yang memiliki jumlah penduduk yang banyak, dengan wilayah negara yang sangat luas serta dengan keadaan masyarakatnya yang mayoritas memeluk agama Islam, Indonesia menjadi negara yang cukup diperhitungkan dalam pergaulan internasional.

Namun begitu, perdamaian dunia tidak akan terwujud tanpa adanya perdamaian nasional. Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang banyak dengan segala kompleksitas yang ada, Indonesia merupakan negara yang rawan dengan konflik sosial. Konflik-konflik sosial yang pernah merebak di masa lalu seperti konflik Poso, Malari, atau Ambon jangan sampai kembali terjadi. Terlebih saat ini ada kekuatan media sosial yang begitu cepat menciptakan intoleransi dengan konten-konten berbau SARA yang memprovokasi. Konflik sosial yang terjadi pada akhirnya akan memamcing  intervesi dari asing untuk turut campur dalam permasalahan nasional. Dengan demikian konflik akan semakin meluas dan perdamaian dunia sulit terwujud.

Pembicara ke dua Rektor Universitas Islam Indonesia, Nandang Sutrisno, S.H., LL.M.,M. Hum., Ph.D. menyoroti peran aktif Indonesia menjaga ketertiban dunia melalui keterlibatannya dalam organisasi tingkat regional ASEAN. Secara ekonomi, politik, sosial, dan budaya sebenarnya negara-negara tingkat ASEAN telah siap menyatu membentuk sebuah kekuatan dari Asia Tenggara. Namun begitu, masih banyak persoalan-persoalan yang perlu diselesaikan seperti masalah border line atau konflik di perbatasan, serta masalah Identitas di mana negara-negara Asia Tenggara yang sangat kaya dengan Adat, Bahasa dan Budaya, sangat susah meleburkan diri dalam sebuah identitas meskipun masih satu rumpun. Oleh Karena itu, keterlibatan negara Indonesia sebagai negara terbesar di Asia Tenggara dan memiliki pengaruh yang kuat dalam penyelesaian konflik regional merupakan usaha yang baik dalam menjaga perdamaian dunia.

Sementara itu Prof. Jawahir Thontowi menyoroti keberhasilan Indonesia dalam mengupayakan perdamaian dunia  menggunakan Soft Power, dan Smart Power pada upaya diplomasinya untuk mempengaruhi negara-negara Muslim dalam menolak Deklarasi Presiden Donald Trump tentang pengakuan Amerika Serikat atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Negara Israel, yang dinilai akan memicu ketegangan di dunia.

Selain itu Soft diplomasi yang dilakukan oleh Indonesia juga telah berhasil membuat Bangladesh yang tadinya menolak pengungsi Rohingya untuk mendirikan penampungan bagi mereka. Indonesia juga berhasil mempengaruhi organisasi-organisasi kemanusiaan  dunia untuk memberikan bantuan bagi pengungsi Rohingya. Peran indonesia dalam kedua permasalahan tersebut sangatlah strategis mengingat Indonesia dengan jumlah penduduk Muslim terbanyak di dunia dinilai memiliki kekuatan untuk memperjuangkan nasib kaum Muslim dalam mencari keadilan di mata Internasional. Karena menurut Prof Jawahir tidak akan ada perdamaian dunia perdamaian agama-agama.

Universitas Islam Indonesia sebagai institusi pendidikan yang berkomitmen untuk menciptakan generasi yang memiliki value secara tidak langsung juga berkontribusi dalam usaha perdamaian dunia di antaranya terlibat dalam aksi-aksi penggalangan dana terutama melalui masjid Ulil Albab yang kemudian disalurkan untuk pengungsi-pengungsi rohingya melalui organisasi kemanusiaan, Pernyataan-pernyataan dari tokoh-tokoh UII dalam memberikan tanggapan atas persoalan-persoalan internasional, serta Kajian-kajian tentang permasalahan internasional yang melahirkan pemikiran-pemikiran pada usaha perdamaian dunia.

Disiarkan secara langsung di Jogja TV acara yang dipandu oleh Dosen Fakultas Hukum Dodik Setiawan Nur Heryanto, S.H., M.H., LL.M., Ph.D tersebut selain dihadiri oleh mahasiswa program Pascasarjana Fakultas Hukum UII juga dibula telpon interaktif di mana masyarakat secara umum dapat bertanya langsung ke narasumber.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *