Logo Post Pasca FH UII

Kajian Mengenai Asas Equality Before The Law Pada Persyaratan Calon Pejabat Publlik Mantan Narapidana Antar Zairin Harahap Raih Gelar Doktor

Program Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia kembali melahirkan Doktor Ilmu Hukum. Adalah Zairin Harahap, S.H., M.Si. Dosen Tetap Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia yang telah berhasil mempertahankan Disertasinya yang berjudul PENERAPAN ASAS PERSAMAAN DI HADAPAN HUKUM (EQUALITY BEFORE THE LAW) DALAM PEMBENTUKAN DAN PENGUJIAN UNDANG_UNDANG : KAJIAN PENENTUAN PEJABAT PUBLIK DI INDONESIA, di hadapan para penguji pada hari Sabtu 28 April 2018, di Auditorium Lantai III Program Pascasarjana FH UII Jl. Cik Di Tiro No. 1 Yogyakarta.

Dalam Disertasinya Direktur Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) Fakultas Hukum UII tersebut menyampaikan bahwa adanya perbubahan terhadap Undang- Undang dasar 1945 membuat asas persamaan di hadapan hukum (equality before the law) yang dulunya hanya tercantum dalam pasal 27 ayat (1) UUD 1945 tetapi terdapat juga pada beberapa ayat di pasal 28D dan 28I serta Pasal 6 ayat (1) huruf h UU 12/2012.

Asas persamaan di hadapan hukum ini jika dikaitkan dengan persyaratan untuk menjadi calon pejabat publik terutama persyaratan yang berbunyi “ tidak pernah dijatuhi pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau lebih” yang terdapat dalam berbagai persyaratan pencalonan pejabat publik seperti presiden, kepala daerah, calon anggota legislatif, calon hakim kostitusi dll, hal ini dinilai bertentangan dengan asas equality before the law padahal dalam UUD 45 sebagai acuan tertinggi pembentuk Undang-Undang, asas tersebut tercantum. Oleh karena itu persyaratan tersebut diajukan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Berdasarkan data yang diperoleh ada 3 (tiga) Putusan Mahkamah Konstitusi yang berkaitan dengan pengujian persyaratan tersebut. Pada dasarnya putusan Mahkamah Konstitusi menyatakan bahwa persyaratan tersebut “bertentangan dengan UUD 1945. Namun demikian, tiga putusan tersebut dinilai oleh Zairin bernuansa “inkonsistensi”, sehingga berpotensi menimbulkan berbagai interpretasi.

Penelitian Zairin mengambil kesimpulan bahwa penerapan asas equality before the law dalam pembentukan dan pengujian undang-undang yang berkaitan dengan persyaratan menjadi pejabat publik, khususnya bagi mantan narapinana belum ada “kesepahaman” antara pembentuk undang-undang dan Mahkamah Konstitusi. Hal tersebut dinilai dapat mengakibatkan timbulnya ketidakpastian hukum. Oleh karena itu, Pembentuk undang-undang semestinya memperhatikan Putusan Mahkamakh Konstitusi ketika akan membentuk suatu undang-undang kecuali acuan utamanya yaitu UUD 45 tidak mengalami perubahan. Demikian pula dengan Mahkamah Konstitusi, dalam pertimbangan hukumnya harus menjelaskan alasan yang menjadi pembeda dengan putusan sebelumnya agar tidak terkesan inkonsisten.

Dihadapan Promotor Prof. Dr. Moh Mahfud Md., S.H., S.U., sdan Co Promotor Dr. Harjono, S.H., MCL. Dan dewan penguji Prof. Dr. Saldi Isra, S.H., MPA., Prof. Dr. Enny Nurbaningsih, S.H., M.Hum., Prof. Dr. Ni’matul Huda, S.H., M.Hum., serta Dr. Suparman Marzuki, S.H., M.Si. Promovendus berhasil mempertahankan Disertasinya dan meraih gelar Doktor Bidang Ilmu Hukum dengan hasil Sangat Memuaskan. Promovendus merupakan Doktor Ke 75 yang telah dilahirkan oleh Program Pascasarjana Fakultas Hukum UII.

Pembekalan Alumni Periode 4 2017/2018

PEMBEKALAN ALUMNI PPS FH UII : PERSIAPAN UNTUK BERSAING DI UNIVERSITAS KEHIDUPAN

Pembekalan Alumni Periode 4 2017/2018

PPs FH UII – Dalam pembekalan alumni PPs FH UII ini disampaikan bahwa sebagai  lulusan sebuah Perguruan tinggi, yang perlu diingat oleh mahasiswa adalah bahwa mereka sejatinya memiliki  tiga ibu, yakni Ibu kandung atau Ibu biologis, Ibu Pertiwi atau tanah di mana dia di lahirkan, dan yang terakhir adalah Ibu Almamater, di mana seorang yang telah menempuh suatu pendidikan tertentu akan memiliknya. Demikian disampaikan Dr. Saifudin, S.H., M.Hum. dalam acara Pembekalan Alumni PPs FH UII Periode 4 Tahun Akademik 2017/2018, Jum’at , 23 Maret 2018. Di Ruang 1 Kampus Program Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia.

Persiapan untuk Bersaing di Universitas Kehidupan

Setelah selesai menempuh pendidikan, para lulusan akan bersiap kembali ke Ibu pertiwi untuk selanjutnya terjun ke universitas kehidupan yakni masyarakat. Ada hal yang harus dipersiapkan untuk terjun ke masyarakat setelah selesai mengenyam pendidikan. Para lulusan harus senantiasa menjunjung tinggi  nilai-nilai almamater dengan menerapkannya ke dalam setiap sendi kehidupan. “Tugas almamater untuk mendidik mahasiswanya telah selesai ketika mahasiswa tersebut dinyatakan lulus. Selanjutnya tugas lulusan agar terus menjaga diri agar tetap menjadi alumni yang sesuai dengan cita-cita UII. Seperti halnya menciptakan masyarakat yang cerdas baik secara intelektual maupun secara spiritual.” Terang Dr. Saifudin.

Yang Kedua menurut Dosen Fakultas Hukum UII tersebut,  lulusan yang sudah kembali ke masyarakat akan dihadapkan pada  tantangan salah satunya adalah tantangan untuk bersaing dalam dunia kerja yang sangat kompleks. Dikatakan kompleks karena pertumbuhan angkatan kerja dan pertumbuhan lapangan pekerjaan tidak berbanding lurus. Jika pertumbuhan angkatan kerja serupa deret hitung maka pertumbuhan lapangan pekerjaan serupa deret ukur yanng membutuhkan waktu lebih lama. Namun masih menurut Dr. Saifudin, seseorang tidak perlu khawatir menghadapi persaingan tersebut sepanjang ia memiliki kompetensi , bargaining position serta ketenangan dalam bertindak. Hal-hal tersebut diyakini dapat menopang kesuksesan dalam bersaing di dunia kerja.

Selain usaha-usaha secara horizontal yang dilakukan dengan maksimal, lulusan juga diharapkan untuk melakukan usaha secara vertikal untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT di antaranya melalui sholat malam. Terakhir Dr. saifudin juga menyampaikan bahwa segala sesuatu memang merupakan keputusan dari Allah SWT namun begitu kita  tetap punya kewajiban untuk berikhtiar.

Sementara itu acara pembekalan alumni ini merupakan kegiatan Rutin Program Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia. Untuk memberi bekal ke UII-an kepada lulusan PPS FH UII sehingga para alumni akan tetap menjaga nama baik UII di masyarakat luas.

character building ESQ Pasca Hukum UII

Character Building Mahasiswa Baru : UPAYA PPs FH UII MEMBERIKAN LAYANAN TERBAIK MELALUI SEMINAR ESQ

character building ESQ Pasca Hukum UII

PPS FH UII – Tahun lalu Program Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia telah berhasil menyelenggarakan seminar ESQ UII untuk mahasiswa baru bersama Tim ESQ Leadership Center Jakarta. Melihat dari kesuksesan tahun lalu dan rencana perutinan kegiatan tersebut, maka kemarin Jum’at 23 maret 2018 bertempat di  Hotel POP Timoho Yogyakarta, kegiatan yang bertujuan untuk membangun karakter mahasiswa ini kembali digelar.

Masih bersama Tim ESQ Leadership Center Jakarta kegiatan kali ini diikuti oleh Mahasiswa Baru angkatan 40 untuk Program studi Magister Ilmu Hukum dan angkatan 8 untuk Program studi Magister Kenotariatan. Dalam sambutan sekaligus pengarahan bagi mahasiswa baru, Ketua Program Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia Drs. Agus Triyanta, M.A., M.h., Ph.D. menyampaikan bahwa  tahun ini PPs FH UII lebih selektif dalam memilih mahasiswa, hal ini dilakukan sebagai komitmen PPs FH UII untuk selalu memberikan yang terbaik.

Selain itu PPs FH UII dengan tag line barunya “Leads You To Explore The Law From Authoritative Source” selalu berupaya menuntun mahasiswa untuk mengeksplorasi dunia hukum dari sumbernya secara langsung. Hal tersebut ditandai dengan dihadirkannya pengajar- pengajar ahli  berskala nasional Seperti Prof. Moh. Mahfud MD, Prof Bagir Manan, Prof Hikmahanto Juwana, dan lain-lain, serta kegiatan-kegiatan akademik penunjang seperti seminar nasional dan internasional, termasuk kegiatan seminar ESQ yang rutin diselenggarakan tersebut yang juga menghadirkan tim pelopor ESQ di Indonesia.

Dalam acara inti, seminar ESQ yang diikuti oleh 70 Mahasiswa baru tersebut di pimpin oleh Sandi Muharam Agustian, perwakilan dari ESQ Leadership Center Jakarta. Mengetengahkan materi seputar potensi diri, komitmen, integritas, penghargaan terhadap diri sendiri serta perenungan yang dikemas secara ringan dan menyentuh. Kegiatan ini mampu melibatkan mahasiswa secara penuh, di mana mahasiswa terlihat sangat menikmati setiap sesinya.