Paradoks Undang-Undang Derivatif

Sabtu, 28 Oktober 2017 pukul 09.00 WIB  bertempat di Ruang 1 Gedung Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia, Program Pascasarjana Fakultas Hukum menggelar Focus Group Discussion  dengan menghadirkan Narasumber Drs. Ridwan Kurnaen MBA. dari Badan Arbitrase Perdagangan Berjangka Komoditi.

Dengan tema “Paradoks Undang-Undang Derivatif”  Diskusi yang dihadiri para Dosen muda di lingkungan Fakultas Hukum serta mahasiswa dari Bidang Kajian Utama Hukum Bisnis tersebut mengetengahkan kontroversi yang terjadi akibat perubahan undang-undang derivatif, yang dinilai akan berdampak sangat besar terhadap semua jenis kontrak derivatif yang ada.

Perubahan Undang-undang dari  Undang-Undang Nomor 32 tahun 1997 Tentang Perdagangan Berjangka Komoditi menjadi Undang-undang Nomor 10 tahun 2011  justru dinilai menyalahi aturan karena tidak ada batasan yang jelas, dan merugikan masyarakat.  Menurut Drs. Ridwan permasalahan ini sudah lama terjadi namun saat ini tidak ada  usaha dalam memperbaikinya. “Banyak orang-orang tidak mengerti tentang masalah ini, oleh karena itu masalah ini memang perlu di blow up. Bahwa ada yang salah dengan Negara ini.” tegas Ridwan.

Dari diskusi yang berlangsung beberapa pertanyaan dan masukan muncul diantaranya apakah memungkinkan terjadinya judicial review terhadap undang-undang hasil amandemen tersebut, dan pasal mana saja yang bermasalah? Selanjutnya apakah  kemungkinan untuk melakukansosialisai ke perusahaan berjangka bahwa undang-undang tersebut memiliki celah-celah tersembunyi yang akan bermasalah serta merugikan terutama masyarakat penggunanya?

Terakhir Drs. Ridwan mengutarakan butuh institusi yang mengkaji permasalahan yang serius tersebut, beliau berharap Universitas Islam Indonesia menjadi salah satu institusi yang mau mengkajinya.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *