Logo Post Pasca FH UII

Rangkaian Kegiatan Pembukaan Tahun Akademik 2017/2018: Kuliah Umum Tentang Independensi Hakim

Program Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia telah melaksanakan Pembukaan Ajaran Baru Semester ganjil Tahun Akademik 2017/2018 pada Sabtu, 30 September 2017. Seperti tahun sebelumnya, pada periode ini PPs FH UII juga membuka tiga Program studi yakni Program Studi Magister Ilmu Hukum, Magister Kenotariatan dan Program Doktor Ilmu Hukum.

Dalam sambutan pembukanya di Auditorium PPs FH UII Jl Cik Di Tiro No. 1 Yogyakarta,  Dekan Fakultas Hukum UII Dr. Aunur Rohim Faqih, S.H., M.Hum. menyampaikan rasa syukurnya bahwa Program Pascasarjana Fakultas Hukum UII telah berjalan dengan baik dalam arti ketiga prodi telah terakreditasi dengan nilai yang baik. Untuk itu Dr. Aunur meminta kepada para mahasiswa untuk membuktikan kesungguhannya dalam mengenyam pendidikan di PPs FH UII, sehingga PPs FH UII bisa tetap menjadi salah satu Program Pascasarjana yang dimuliakan di lingkungan Fakultas Hukum yang ada di seluruh Indonesia. Lebih lanjut Dr Aunur juga menyampaikan bahwa di tengah persaingan ketat Perguruan Tinggi, PPs FH UII justru banyak menolak mahasiswa, hal ini tidak lain disebabkan karena PPS FH UII ingin lebih mengedepankan kualitas di bandingkan kuantitas.

Rangkaian Kuliah Pembukaan Periode September 2017 kali ini juga dilengkapi Kuliah Umum dengan menghadirkan Pembicara Prof. Dr. Bagir Manan, S.H., M.CL. Dalam kuliah umumnya Prof. Bagir mengetengahkan tema “Tantangan Independensi Hakim Dari Perspektif Kelembagaan Peradilan di Indonesia”.

Seperti yang telah kita ketahui, pasca reformasi terjadi banyak perubahan undang-undang, terlebih di bidang ketatanegaraan dan politik, termasuk juga undang-undang di bidang kekuasaan kehakiman. Padahal perubahan undang-undang ketatanegaraan, politik dan pemerintahan akan bersentuhan langsung dengan sendi, asas dan kaidah konstitusi, jadi harus dilakukan dengan kehati-hatian. Selanjutnya, perubahan undang-undang juga akan berdampak pada tatanan pengelolaan negara, pemerintahan dan politik. Selain itu perubahan tersebut juga dapat menghambat proses pemantapan tatanan bernegara, berpemerintahan, dan berpolitik yang sehat.

Perubahan undang-undang juga akan menyeret berbagai tatanan kebijakan ekonomi, sosial dan lain lain serta menimbulkan inkonsistensi bahkan pertentangan dengan undang-undang lain, dengan kata lain undang-undang yang diubah belum tentu lebih baik dari undang-undang yang sudah ada. Hal tersebut menurut Prof Bagir menghabiskan waktu, karena pada negara-negara yang beorientasi pada upaya membangun dan menjalankan tradisi kenegaraan serta pemerintahan perubahan undang-undang merupakan sesuatu yang tidak lazim dilakukan kecuali untuk alasan yang prinsipil dan sangat hati-hati.

Dalam bidang kekuasaan kehakiman, perubahan undang-undang dinilai mempengaruhi independensi  hakim karena lebih banyak dilandasi oleh kepentingan politik. Perubahan undang- undang di bidang kekuasaan kehakiman juga terjadi karena kurangnya pengetahuan dan rendahnya tanggung jawab bahwa menjamin kekuasaan kehakiman yang merdeka merupakan salah satu pilar penting dalam menjalankan demokrasi. Selain itu kurangnya kontrol terhadap kekuasaan kehakiman dan konflik internal dalam tubuh kehakiman juga dinilai sebagai salah satu penyebab berkurangnya independensi hakim.

Oleh sebab itu kemerdekaan kekuasaan kehakiman dan kebebasan hakim harus menjadi salah satu sasaran utama reformasi. Memang harus diakui saat ini terdapat hakim-hakim yang tidak amanah. Namun hal tersebut tidak lantas digeneralisir sehingga dilakukan pembatasan-pembatasan yang mengurangi kemerdekaan hakim. “Kemerdekaan hakim diperlukan untuk mencegah kesewenag-wenangan terhadap hukum itu sendiri.” Demikian disampaikan Prof bagir dalam sesi terakhir pemaparannya. Allan Fatchan Gani, S.H., M.H. yang didapuk menjadi moderator dalam acara tersebut menyampaikan bahwa independensi merupakan prinsip bagi hakim di seluruh dunia, hakim merupakan corong kebenaran dan keadilan yang tidak boleh berpihak pada siapapun. Sementara itu pada hari yang sama dengan kuliah umum, terlebih dahulu dilaksanakan Orientasi Studi Per-Program Studi, serta diakhiri dengan pemberian Achievement Motivation Training (AMT) oleh Brigjen Pol (Purn) Drs. Srijono, M.Si. Kapolda Nusa Tenggara Barat Periode 2014-2015. Hal tersebut merupakan agenda rutin bagi mahasiswa baru di lingkungan PPs FH UII.

Logo Post Pasca FH UII

Double Degree Tahun Ke Dua,Hasil Kunjungan Ke Youngsan University Korea Selatan

Memasuki tahun kedua kerjasama antara Magister Hukum Program Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia dengan Master Law Youngsan University Korea Selatan, PPs FH UII kembali akan memberangkatkan 3 mahasiswa Magister Hukum pada 23 September mendatang. Gelombang kedua dilaksanakan setelah Mahasiswa gelombang pertama dinyatakan Lulus dari Youngsan University dan berhasil mendapatkan predikat yang baik di sana.

Sebelumnya pada 13 – 16 Agustus lalu, Pimpinan Fakultas Hukum serta Pengelola Program Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia telah melakukan kunjungan ke Youngsan University dengan tujuan utama evaluasi kerjasama program Double Degree serta penjajagan kerjasama yang lebih luas.

Dr. Aunur Rohim Faqih, S.H., M.Hum. (Dekan Fakultas Hukum UII), Drs. Agus Triyanta, M.A., M.H., Ph.D. (Ketua PPs. FH UII) serta  prof. Dr. Ni’matul Huda, S.H., M.Hum. (Koordinator Magister Hukum PPs FH UII) yang merupakan delegasi dari UII disambut langsung oleh Rektor Youngsan University Mr. Guwuck Bu, LL.D di ruangannya di kampus Busan.  Delegasi UII juga sempat melakukan tour kampus untuk melihat fasilitas di kampus Youngsan University dan mengambil ide-ide positif yang mungkin bisa diterapkan khususnya di Program Pascasarjana FH UII.

Dari kunjungan tersebut dihasilkan beberapa kesepakatan dan kemungkinan penjajagan kerjasama lebih lanjut ,seperti kelanjutan kerjasama double degree MH untuk gelombang kedua, kemungkinan adanya perkuliahan jarak jauh (distance lecturer) dengan dosen Youngsan University untuk Mata Kuliah Hukum Perdagangan Internasional, kemungkinan kolaborasi di bidang penelitian, serta kemungkinan visiting lecturer bagi kedua belah pihak.

Logo Post Pasca FH UII

Pelepasan Peserta Double Degree Periode II

Keberhasilan Program Double Degree kerjasama antara Magister Hukum Program Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia dengan LL.M Youngsan University  Korea Selatan pada Periode Pertama merupakan kebahagiaan tersendiri bagi PPs FH UII. Demikian disampaikan Ketua Program Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia Drs. Agus Triyanta, M.A., M.H., Ph.D dalam acara Pelepasan Mahasiswa Peserta Double Degree Periode II di Gedung Pascasarjana Jl. Cik Di Tiro No 1 Yogyakarta, Jum’at 22 September 2017.

Lebih lanjut Drs. Agus  menyatakan bahwa sebelum proses pemberangkatan periode dua, pengelola PPs FH UII juga telah lebih dulu melaksanakan kunjungan akademik sekaligus evaluasi kerjasama dengan Youngsan University dan mendapat respon serta progres yang baik, sehingga pengelola merasa optimis bahwa periode yang kedua ini juga akan berjalan dengan lancar.

PPs FH UII sendiri tahun 2017 ini kembali akan memberangkatkan tiga mahasiswa peserta Double Degree ke Youngsan University Korea Selatan, mereka adalah Mahasiswa Magister Ilmu Hukum dengan Kosentrasi Hukum Bisnis bernama Akhmad Al Farouqi, S.H., Fahmi Fairuzzaman, S.H., dan M. Haekal Ryanda, S.H. ketiganya dijadwalkan akan tiba di Korea Selatan pada hari Sabtu 23 September 2017.

Masih dalam acara yang sama Dekan Fakultas Hukum Dr. Aunur Rohim, S.H., M.Hum. juga turut memberikan pesan kepada peserta Double Degree di antaranya agar mahasiswa dapat membawa diri dan jati dirinya sebagai seorang Muslim dari Indonesia, meskipun di sana akan menemui banyak sekali perbedaan mulai dari agama hingga persoalan makanan. Selanjutnya Dr. Aunur juga berpesan supaya mahasiswa memiliki disiplin yang kuat karena orang-orang di Korea sangat menghargai waktu, dan yang terakhir menghormati siapapun dan apapun yang ada di sana baik itu menghormati orang-orangnya, lingkungan, budaya, maupun bahasa. Terakhir Dr. Aunur mengharapkan bahwa peserta periode ke dua juga akan berprestasi seperti kakak tingkatnya, yang mendapatkan kesan baik selama menempuh perkuliahan hingga lulus dari Youngsan University dengan gelar LL.M.

Sementara itu, kerjasama Program Double Degree antara Program Pascasarjana Fakultas Hukum UII dan Youngsan Univeristy Korea Selatan telah memasuki tahun kedua. Pada Tahun Pertama dan Kedua Double Degree lebih terkonsentrasi pada Hukum Bisnis, namun Youngsan University juga membuka kemungkinan untuk konesntasi lain seperti Hukum Pidana atau HAM untuk mengikuti Double Degree di sana.

Pembekalan Alumni PPs FH UII Wisuda Periode I Ta 2017/2018

PPs FH UII – Calon wisudawan/wisudawati Program Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia  mengikuti acara Pembekalan Alumni PPs FH UII, Rabu 20 September 2017. Acara yang merupakan agenda rutin bagi lulusan Program Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Islam indonesia tersebut, berisi tentang arahan-arahan serta saran sebagai alumni Pascasarjana FH khususnya dan alumni UII pada umumnya.

Pada Wisuda Periode I Tahun Akademik 2017/2018 kali ini, bertindak sebagai pembicara pada pembekalan alumni adalah Dr. Aunur Rohim Faqih, S.H., M.Hum. Dekan Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia.  Menurut Dr. Aunur, sebagai lulusan Universitas Islam Indonesia alumni harus terlebih dahulu mengenal UII secara umum yang memiliki visi rahmatan lil’alamin (rahmat bagi seluruh alam) dan mengert visi dan misi Program Studinya masing-masing. Namun yang harus ditegaskan adalah apapun profesi yang akan diambil oleh para alumni baik itu praktisi, akademisi, atau concern lain lulusan Program Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia harus memiliki integritas.

Dalam Pembekalan Alumni PPs FH UII kali ini Dekan FH Hukum UII  juga menyampaikan bahwa sebagai lulusan UII para alumni hendaknya tidak melupakan akarnya, dari mana dia berasal, siapa orangtuanya dan tentu saja siapa Pemberi Hidup yang menuntunnya sehingga bisa sampai pada jenjang saat ini. Hal tersebut akan membuat setiap jalan yang ditempuh akan menjadi berkah dan menjauhkan kita dari perbuatan-perbuatan yang tidak di ridhoi oleh Tuhan. Adapun cara untuk tetap melibatkan Sang Maha Pembuat Hidup adalah dengan memperdalam spiritual sesuai dengan Agama dan Kepercayaan masing-masing.

Selain itu kemampuan komunikasi baik verbal, visual maupun fisik juga harus ditingkatkan, karena hal tersebut akan mempengaruhi keberhasilan para alumni dalam menghadapi banyak permasalahan kehidupan dan pekerjaan khususnya. Terakhir Dr. Aunur juga menekankan kan bahwa sumber kebahagiaan yang sesungguhnya ada di Sang Maha Pembuat Hidup bukan pada Dunia dan Seisinya, oleh karena itu para alumni diharapkan bisa meningkatkan spiritualitasnya dalam menyertai pencapaian-pencapaian tujuan dihidupnya. Sementara itu Program Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia pada wisuda periode kali ini meluluskan 19 Mahasiswa dari 3 Program Studi yakni, 10 Mahasiswa dari Prodi Magister Ilmu Hukum, 6 Mahasiswa dari Prodi Magister Kenotariatan, dan 3 Mahasiswa dari Program Doktor Ilmu Hukum.

Logo Post Pasca FH UII

Soal Hukum Kontrak Prof. Ridwan Khairandy

Soal Ujian Akhir Semester September 2017

Prof Dr Ridwan Khairandy


Assalamualaikum Wr. Wb.

Berikut kami sampaikan soal UAS September 2017 matakuliah BKU Bisnis Hukum Kontrak dosen pengampu Prof. Dr. Ridwan Khairandy. Soal bisa diunduh di bawah :

Soal dikerjakan tulis tangan di lembar kertas folio bergaris dan dikumpulkan paling lambat hari Jumat 22 September 2017 jam 10.00 wib. Terimakasih.
Logo Post Pasca FH UII

Jadwal UAS MH September 2017

Pengumuman Jadwal UAS September 2017

Magister Ilmu Hukum


Berikut kami sampaikan jadwal UAS MH periode September 2017. Pengumuman Jadwal Ujian Akhir Semester bisa dilihat di link di bawah.
Terimakasih.
Logo Post Pasca FH UII

Ketentuan UAS Magister Kenotariatan Sem. Genap 2016/2017

Pengumuman Ketentuan Ujian Akhir Semester Genap 2016/2017

Magister Kenotariatan


Assalamualaikum ..
Bersama ini kami sampaikan pengumuman terkait ketentuan Ujian Akhir Semester Magister Kenotariatan. Berikut beberapa hal terkait UAS MKN :
  1. UAS akan dilaksanakan pada tanggal 07 Sept s/d 14 Sept 2017
  2. Jadwal dan ketentuan UAS akan mulai diumumkan di website pada tanggal 5 Sept 2017, waktu siang hari.
  3. Kartu ujian dapat diambil di sekretariat pada tanggal 5 Sept 2017 (Setelah jam 13.00WIB)
  4. Syarat untuk dapat mengikuti UAS :
    • Lunas SPP pada semester berjalan.
    • Memenuhi syarat kehadiran minimal 75% untuk setiap mata kuliah
    • Mengisi kuesioner NKD (Form bisa diisi  MKn sem1MKn sem2MKn sem3  )
    • Bagi yang tidak memenuhi persyaratan kehadiran 75% tidak diperkenankan mengikuti ujian mata kuliah tersebut dan wajib mengulangnya di semester depan.
    • Rincian mahasiswa yang belum memenuhi persyaratan UAS dan SPP lihat di Sini .
    • Bagi mahasiswa yang akan mendaftar Remidiasi bisa mengisi form pendaftaran Remidiasi dengan biaya Rp.250.000,- per dosen mata kuliah.
Logo Post Pasca FH UII

Pengumuman Kuliah Perdana Magister Hukum, Kenotariatan Dan Program Doktor Hukum UII

Pengumuman Kuliah Perdana
Magister Hukum, Magister Kenotariatan dan Program Doktor Hukum UII

Semester Ganjil Tahun Ajaran  2017/2018 M


Assalamualaikum Wr. Wb.

Bersama ini kami sampaikan informasi Kuliah Perdana untuk Program Studi Magister Hukum, Magister Kenotariatan dan Program Doktor(S3) Hukum Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia akan dilaksanakan pada waktu dan jam berikut :

Hari :  Sabtu

Tanggal : 30 September 2017

Jam : 09.00WIB

Tempat   : Auditorium Lt.3, Kampus Pascasarjana Fakultas Hukum UII Jln. Cik Ditiro No.1 Yogyakarta.

Demikian informasi yang kami sampaikan, atas perhatiannya kami sampaikan terima kasih.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Logo Post Pasca FH UII

Jadwal UAS MKN Semester Genap 2016/2017

Pengumuman Jadwal Ujian Akhir Semester Genap 2016/2017

Magister Kenotariatan


Assalamualaikum ..
Pengumuman Jadwal Ujian Akhir Semester Genap Magister Kenotariatan Semester Genap 2016/107  bisa dilihat di link di bawah.
Terimakasih, untuk jadwal yang masih kosong masih dalam konfirmasi.