Tasyakuran Gelar Guru Besar Prof. Ni’matul Huda

Program Pascasarjana Fakultas Hukum UII (PPs FH UII) yang merupakan rumah kedua bagi Prof. Dr. Ni’matul Huda, S.H., M.Hum. turut berbangga dengan diraihnya gelar Guru Besar oleh Koordinator Program Magister Ilmu Hukum di PPs FH UII.  Rasa syukur dan bangga tersebut diwujudkan dengan menggelar Tasyakuran  yang dilaksanakan pada hari Selasa, 18 Oktober 2016 kemarin. Bertempat di RM. Ayam Goreng Ny. Suharti Jl Gedong Kuning, acara tasyakuran tersebut dihadiri oleh Segenap Dosen Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia. Dalam sambutan pembukanya Dekan FH UII Dr. Aunur Rohmin Faqih, S.H., M.Hum. menyampaikan bahwa nikmat yang di berikan oleh Allah SWT bisa disikapi dengan dua hal yakni disyukuri atau tidak. Adapun cara mensyukuri dalam konteks raihan gelar guru besar ini adalah dengan terus berkarya dan memaksimalkan potensi untuk perkembangan keilmuah khususnya keilmuah Hukum.

Program Pascasarjana Fakultas Hukum UII (PPs FH UII) yang merupakan rumah kedua bagi Prof. Dr. Ni�matul Huda, S.H., M.Hum. turut berbangga dengan diraihnya gelar Guru Besar oleh Koordinator Program Magister Ilmu Hukum di PPs FH UII. Rasa syukur dan bangga tersebut diwujudkan dengan menggelar Tasyakuran yang dilaksanakan pada hari Selasa, 18 Oktober 2016 kemarin. Bertempat di RM. Ayam Goreng Ny. Suharti Jl Gedong Kuning, acara tasyakuran tersebut dihadiri oleh Segenap Dosen Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia.

Dalam sambutan pembukanya Dekan FH UII Dr. Aunur Rohmin Faqih, S.H., M.Hum. menyampaikan bahwa nikmat yang di berikan oleh Allah SWT bisa disikapi dengan dua hal yakni disyukuri atau tidak. Adapun cara mensyukuri dalam konteks raihan gelar guru besar ini adalah dengan terus berkarya dan memaksimalkan potensi untuk perkembangan keilmuah khususnya keilmuah Hukum. Dekan FH UII juga menyampaikan terimakasih atas kerja keras yang telah dilakukan Prof. Dr. Ni�matul Huda, S.H., M.Hum. dengan karya-karyanya yang selama ini telah banyak di hasilkan � Karena saya melihat dan ikut memantau, jadi saya tahu bahwa Gelar ini murni didapatkan karena memang benar-benar berusaha.� Ungkap Beliau.

Sementara itu Prof. Dr. Ni’matul Huda, S.H., M.Hum. dalam kesempatan sambutannya mengucapkan terimakasih kepada guru-gurunya yang selama ini telah memberikan arahan sehingga Beliau benar-benar yakin bahwa jalannya memang berada di dunia pendidikan dan di kampus UII, setelah sebelumya sempat mencoba mendaftar menjadi Hakim Mahkamah Konstitusi. Prof. Ni’mah juga berharap agar teman-teman Dosen lainnya segera menyusul untuk mencapai gelar tertinggi di bidang pendidikan tersebut “Walaupun saat ini semakin berat, karena syaratnya semakin banyak, misalnya karya yang harus diterbitkan dalam Jurnal Internasional dan Nasional yang terindeks Scopus. Tapi kalau Allah meridhoi pasti bisa.” Urai Beliau yang juga menyampaikan bahwa dukungan dari semua pihak telah membawa Beliau sampai pada titik saat ini.

Acara Tasyakuran ini digelar Oleh Program Pascasarjana Fakultas Hukum UII dengan harapan bahwa, dengan dirainya gelar Guru Besar oleh salah seorang pengelolanya, dapat semakin mengangkat nama PPs FH UII sebagai salah satu Program Pascasarjana Bidang Hukum terbaik di Indonesia, yang menjadi rujukan baik bagi fresh graduate maupun profesional yang ingin memperdalam keilmuan Hukum, baik di program studi Magister Ilmu Hukum, Magister Kenotariatan, maupun Program Doktoral Ilmu Hukum. Karenanya dalam acara ini juga diundang rekan-rekan pers mitra Universitas Islam Indonesia yang telah banyak bekerjasama mempublikasikan berita-berita tentang UII baik dalam skup lokal maupun nasional.

Studium General Bersama Prof. Mounir Dari Tunisia

Para mahasiswa program pascasarjana mengikuti kuliah umum di Auditorium Pascasarjana Fakultas Hukum UII, yang diselenggarakan oleh Program Pascasarjana Fakultas Hukum, Universitas Islam Indonesia (Jumat, 7/10/2016). Pembicara pada kuliah umum ini adalah Prof. Dr. Mounir Tlili yang merupakan seorang guru besar (al-ustadz al-kabir) di Universitas Zaitunah, Tunisia, dengan moderator Fajar Fandi Atmaja, Lc., M.S.I. Tema besar pada kuliah umum tersebut adalah Islamic Legal Reform in Tunisia (Pembaharuan Hukum Islam di Tunisia). Di antara hal-hal yang menjadi sorotan dalam pembahasan tersebut adalah hukum mengenai larangan poligami, larangan puasa Ramadhan, dan perihal anak angkat. Kegiatan kuliah umum ini berjalan dengan lancar dan diikuti dengan diskusi yang menarik dan alot.

Adapun permasalahan yang paling banyak ditanyakan oleh audiens adalah perihal poligami. “Memang poligami adalah hal yang mubah (boleh), tetapi pemerintah memiliki hak untuk membatasi hal-hal yang dibolehkan. Oleh karena itu, pemerintah Tunisia membuat kebijakan larangan poligami,” papar pembicara. Beliau juga sebelumnya telah menjelaskan bahwa untuk membentuk peradaban yang baik dalam sebuah tatanan negara, diperlukan peradaban yang baik dalam ruang lingkup yang paling kecil, yaitu keluarga. Sedangkan peradaban keluarga yang baik tidak akan tercapai jika laki-laki masih melakukan poligami.

Akan tetapi, beliau tetap menegaskan bahwa hukum-hukum yang diterapkan di Tunisia sebagaimana yang telah disebutkan hanyalah buah dari ijtihad, sehingga tidak bisa ditentang oleh ijtihan pula. “Saya menjelaskan bahwa di Tunisia poligami dilarang, tapi bukan berarti saya melarang poligami juga di Indonesia,” pungkas beliau disertasi tawa dari para audiens.

Pengumuman Mahasiswa Yang Mengulang Kuliah


Pengumuman Mahasiswa Mengulang Kuliah

Assalam. Kepada Mahasiswa MKn Akt 2-3-4 dan mahasiswa MH Akt 35-36 diberitahukan hasil rapat pimpinan PPs FH UII tentang Ketentuan Kehadiran 75% sebagai berikut :

 

  1. Bagi mahasiswa yang namanya tercantum pada lampiran halaman ini atau yang nilainya diblok, wajib mengikuti kuliah kembali untuk melengkapi kekurangan kehadiran.
  2. Pendaftaran kuliah kembali dilakukan dengan mengisi form pendaftaran di bagian akademik dan membayar biaya sebesar Rp 100.000,- per dosen.
  3. Bagi mahasiswa yang presensinya 0 atau sama sekali belum ikut kuliah di semester sebelumnya, maka wajib mengikuti penuh kuliah di semester ini dengan biaya Rp 250.000,- per dosen.
Berikut pengumuman dari kami. Atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih.
lampiran :