Gelar Sidang Terbuka Asra Raih

Di saat yang sama, seusai ujian terbuka Sri Wahyuni, S.Ag, M.Ag, M.Hum, dilaksanakan pula ujian promosi doktor atas nama Asra, SH, MH. Pailitnya perusahaan-perusahaan nasional yang masih prospektif, seperti PT. TELKOM, PT Prudential Life, dsb di Pengadilan Niaga banyak mengundang pertanyaan dan kritikan dari berbagai pihak. Sebab perusahaan yang dikenai putusan pailit dinilai masih layak, atau mampu bangkit dan meneruskan kembali usahanya. Hal ini disebabkan karena Undang-Undang Kepailitan Indonesia yang berasal dari warisan Belanda yaitu Faillissesments Verordening (FV) yang kemudian diganti dengan Undang-Undang No. 37 Tahun 2004 menganut paradigma lama yang kini dinilai kurang relevan. Demikian disampaikan oleh Asra di depan para dewan penguji yang dipimpin oleh Dr. Ir. Harsoyo. Ia memaparkan disertasinya yang berjudul Corporate Rescue : Key Concept dalam Kepailitan Korporasi.

Asra merekomendasikan agar dalam menerapkan Undang-Undang No. 37 Tahun 2004, hakim Pengadilan Niaga seharusnya tidak menggunakan paradigm positivistic legalistic dalam mengabulkan permohonan pailit terhadap korporasi. “Sebaliknya hakim menerapkan paradigm nonpositivistic untuk menerapkan asas kelangsungan usaha jika perusahaan tersebut memang tidak patut dipailitkan”, katanya. Perkara-perkara kepailitan juga sebaiknya ditangani oleh hakim-hakim yang telah dilatih berulang kali dan secara mendalam dalam hukum kepailitan dan hukum bisnis sehingga menjadi hakim khusus yang menangani perkara kepailitan.

Dalam ujian promosi ini, Asra berhasil memepertahankan disertasinya di depan para dewan penguji yang terdiri dari Prof. Dr. Ridwan Khairandy sebagai promotor, Dr. Siti Anisah sebagai co-promotor, dan empat anggota yang terdiri Prof. Dr. Adi Sulistyono, Prof. Dr. Nindyo Pramono, Prof. Dr. Agus Yudha Hermoko, serta Nandang Sutrisno, Ph.D.

Kedua lulusan Program Doktor Ilmu Hukum UII ini diharapkan mampu memberikan manfaat atas ilmu dan gelar yang telah diperolehnya, baik dari segi akademik maupun praktis. Keduanya diharapkan juga mampu membawa nama baik almamater dan menjadi lulusan yang membanggakan bagi UII. (sumber: http://www.uii.ac.id/content/view/2797/2100550/ )

Sidang Terbuka Sri Wahyuni

Sabtu, 26 April 2014, Program Doktor Ilmu Hukum UII dalam satu hari menyelenggarakan dua kali ujian terbuka doktor. Sri Wahyuni, S.Ag, M.Ag, M.Hum dan Asra, S.H, M.H, mendapatkan gelar doktor setelah berhasil mempertahankan disertasinya di depan para dewan penguji. Sri Wahyuni telah selesai melakukan riset dan menyusun disertasinya yang berjudul “Hukum Perkawinan Warga Negara Indonesia Beda Agama di Luar Negeri”. Sedangkan Asra telah berhasil menyelesaikan disertasinya yang berjudul “Corporate Rescue : Key Concept dalam Kepailitan Korporasi.”

Dalam disertasinya Wahyuni mengungkapkan bahwa perkawinan beda agama menjadi kendala saat dilakukan di Indonesia mengingat negara kita menjunjung tinggi hukum dan norma agama Islam yang jelas mengharamkan hal tersebut. Banyak pasangan yang ingin melakukan perkawinan beda agama melaksanakannya di negara lain seperti Singapura atau Hongkong. Ia menjelaskan bahwa perkawinan beda agama di kedua negara tersebut tidak berdasarkan hukum agama dan hanya mencatatkannya di catatan sipil, karena hukum agama tidak menjadi urusan publik di negara-negara tersebut. Sistem common law di negara tersebut yang menganut asas domisili dimanfaatkan oleh sebagian WNI untuk melegalkan perkawinan beda agama mereka.

Sidang ujian terbuka Wahyuni ini dipimpin oleh Dr. Ir. Harsoyo, MSc selaku pimpinan UII beserta 5 penguji lainnya, yakni Prof. Ridwan Khairandy selaku promotor, Prof. Jawahir Thontowi, Nandang Sutrisno, PhD, Dr. Siti Anisah, dan Prof. Adi Sulistyo.

Kunjungan UNIBRAW – Kuliah Tentang Urgensi Penalaran Hukum

Sabtu, 5 April 2014, Program Pascasarjana mendapat kunjungan dari salah satu perguruan tinggi negeri terkenal di tanah air, Universitas Brawijaya Malang (UNIBRAW). Pada kunjungannya UNIBRAW membawa 1 dosen pendamping dan 15 mahasiswa magister hukum. Kedua program magister tersebut mengadakan kuliah bersama dengan tema “Urgensi Penalaran Hukum Bagi Praktisi Hukum yang Amanah”. Kuliah umum ini terdiri dari 2 sesi. Sesi pertama diisi oleh Dr. Mudzakkir, dosen UII, dan sesi kedua diisi oleh Dr. Jazim Hamidi, dosen UNIBRAW.

Kuliah ini diikuti oleh 60 mahasiswa dari magister hukum UII dan 15 mahasiswa dari magister hukum UNIBRAW. Pada kesempatan pertama, Dr. Mudzakkir menyampaikan tentang metode penelitian. Beliau memaparkan tentang pentingnya sikap keilmuan bagi para akademisi yang melakukan riset ilmiah, mulai dari pengambilan data hingga ke penulisan laporan. Pada kesempatan kedua Dr. Jazim menyampaikan tentang urgensi penalaran hukum bagi ahli hukum. Beliau menyampaikan tentang cara berfikir yuridis dan konstruksi berfikir dalam ilmu hukum.

Pada akhir kuliah, acara ditutup dengan pemberian kenang-kenangan dari UNIBRAW kepada PPS FH UII. Selain itu, mahasiswa mendapatkan sertifikat karena telah mengikuti acara ini. Dengan adanya acara seperti ini diharapkan dapat menjalin kerjasama yang baik antara UII dengan UNIBRAW baik di bidang akademik maupun bidang yang lain.

study tour study tour

Kuliah Pembukaan Angkatan 32 Menghadirkan Wakil Ketua MK RI

Sabtu, 22 Maret 2014, Program Pascasarjana mengadakan kuliah pembukaan bagi mahasiswa program Magister angkatan 32. Pada kesempatan kali ini PPs FH UII mengundang wakil ketua Mahkamah Konstitusi, Prof. Arief Hidayat sebagai pemateri. Beliau ditemani oleh Bapak Dr. Muntoha yang berperan sebagai moderator dalam acara ini. Kuliah pembukaan ini diikuti oleh sekitar 60 mahasiswa baru program magister serta beberapa mahasiswa angkatan sebelumnya.

Pada kesempatan ini Prof. Arif menyampaikan materi tentang “Penerapan Hukum Progresif dan Responsif Melalui Mahkamah Konstitusi”. Beliau menerangkan tentang pengertian hukum Progresif dan Responsif yang berkaitan dengan hukum tata negara. Selain itu beliau memberikan pemaparan tentang contoh-contoh kasus penerapan kedua hukum ini dalam Mahkamah Konstitusi.

Mahasiswa terlihat sangat tertarik dengan materi yang disampaikan. Ditambah lagi dengan penyampaian Prof. Arif yang sering diselingi dengan canda tawa. Pada angkatan kali ini PPs FH UII menerima cukup banyak mahasiswa. Total ada 65 orang mahasiswa baru pada program magister ilmu hukum. Pendaftaran pada gelombang 2 pun meningkat drastis dari yang sebelumnya hanya berkisar 30 an pendaftar, pada gelombang 2 angkatan ini pendaftar mencapai 55 orang. Animo yang baik dari para pendaftar ini diharap dapat dipertahankan pada angkatan-angkatan berikutnya.

Kuliah Umum – Hayyan Ul Haq

Program Pascasarjana FH UII memperoleh kesempatan untuk mendapatkan kuliah dari salah satu dosen berprestasi di luar negeri. Beliau ialah Bapak Dr. Hayyan Ul Haq, dosen Utrech University Belanda yang asli berasal dari Indonesia. Pada Jumat, 14 Maret 2014 beliau berkesempatan mengisi kuliah umum bagi mahasiswa Pascasarjana FH UII dengan tema “Filsafat dan Epistimologi Hukum”. Perkuliahan ini diikuti oleh sekitar 30 orang mahasiswa dari jenjang studi S-2 hingga S-3. Pada awal perkuliahannya Dr. Ul Haq tidak lupa menyampaikan selamat atas terjalinnya kerjasama antara UII dengan Utrech University Belanda. Belaiu berharap kerjasama ini dapat menciptakan hal positif bagi kedua belah pihak, baik untuk mahasiswa, dosen, bahkan institusi. Dr. Ul Haq menyampaikan materi kuliuah dengan bersemangat sehingga para mahasiswa menguikuti perkuliahan ini dengan sangat antusias.

Jadwal UAS Feb 2014


Jadwal dan Ketentuan UAS Periode Februari 2014

Jadwal UAS bulan Februari 2014 (semester ganjil 2013/2014) dapat dilihat di :

 

Jadwal UAS Feb 2014 

 

Kuliah Umum Prof. Tamas Fezer

Sabtu, 18 Januari 2014 Pascasarjana Hukum UII memperoleh kesempatan untuk mendapatkan kunjungan sekaligus kuliah umum dari pakar hukum di Eropa, Prof. Dr. Tamas Fezer, PhD. Beliau adalah Wakil Dekan Fakultas Hukum Universitas Debrecen, Hongaria. Kuliah umum di pascasarjana hukum ini merupakan rangkaian kegiatan beliau dalam melakukan kunjungan ke UII. Dua hari sebelumnya Prof. Tamas mengisi Seminar Internasional yang diadakan oleh Fakultas Hukum UII di hotel Inna Garuda (baca berita ). Dalam kesempatan ini Prof. Tamas memberikan kuliah umum tentang “Consumer Protection in The European Union”.

Pada awal kuliahnya, Prof. Tamas menceritakan tentang keindahan dan keadaan Negara Hungaria, khususnya kota Debrecen yang menjadi tempat tinggalnya. Beliau menerangkan bahwa Hungaria adalah negara yang tidak terlalu besar dan memiliki jumlah penduduk yang cukup banyak. Walaupun tidak memiliki laut, tetapi keadaan alam di Hungaria tetaplah indah.

Setelah mendiskripsikan sedikit tentang Negara Hungaria, Prof. Tamas membahas tentang Hukum perlindungan bagi konsumen di Uni Eropa. Europe Union (EU) merupakan suatu perkumpulan atau asosiasi negara-negara di wilayah Eropa. Hukum perlindungan konsumen di wilayah EU tersebut bermaksud untuk berusaha mendekatkan hukum perlindungan konsumen internasional (pada wilayah EU) dengan hukum nasional pada tiap-tiap negara anggota EU. Hal ini diperlukan karena pada pelaksanaan hukum internasional perlindungan konsumen tentu akan bersinggungan dengan hukum nasional negara yang bersangkutan.

Materi yang menarik tentang apa yang disampaikan oleh Prof. Tamas adalah tentang defective product (produk cacat). Tentunya konsumen perlu mengetahui hak-haknya mengenai kualitas produk yang akan digunakannya agar mendapatkan perlindungan hukum. Selain menjelaskan tentang hal tersebut, Prof. Tamas juga membahas tentang proses perlindungan konsumen pada peradilan di Eropa hingga proses klaim produk.

 

Studium General Bersama Rektor Universitas Islam Eropa

Selasa, 7 Januari 2014, bertempat di Fakultas Hukum UII, Program Pascasarjana mengadakan kegiatan Studium General dengan menghadirkan Rektor Islamic University of Europe . Beliau ialah Prof. Dr. Sofjan Siregar, orang asli Indonesia yang memimpin sebuah Universitas Islam di Eropa. Studium general ini mengangkat tema tentang isu-isu hukum Islam di Eropa dan relevansinya dengan Indonesia. Dengan pengalaman beliau tinggal dan berkiprah di daratan Eropa, Prof. Siregar diharapkan dapat memberikan gambaran tentang perkembangan hukum-hukum Islam di benua biru tersebut.

Acara ini dibuka oleh Ibu Dr. Ni’matul Huda selaku ketua Program Pascasarjana. Ibu Ni’mah pada sambutannya mengatakan tentang pentingnya kegiatan ini. Disamping mampu meningkatkan wawasan mahasiswa, acara ini nantinya juga dapat dijadikan titik awal kerjasama antara UII dengan Universitas Islam Eropa. Mahasiswa hukum dari tingkat S-1 higga S-3 terlihat memadati ruang audio visual tempat acara ini diadakan. Berlaku sebagai moderator ialah Bapak Dr. Abdul Jamil, dosen dan praktisi hukum Islam.

Dalam kesempatan ini Prof. Siregar menyampaikan pemaparannya dalam waktu kurang lebih 30 menit. Beliau banyak bercerita tentang pengalaman beliau terkait perkembangan Islam yang ada di Eropa. Beliau mengatakan bahwa walaupun jumlah umat muslim di Eropa sedikit, tetapi aplikasi hukum Islam di kehidupan sehari-hari sangat terasa di Eropa. Sebagian besar masyarakat di sana justru mampu menerapkan hukum Islam dengan baik, semisal saling menghormati orang lain, ramah tamah, sopan, dan sebagainya. Bukan berarti mereka banyak yang beragama Islam, tetapi mereka yang orang non-muslim saja mampu berperilaku baik, apalagi kita. Seharusnya kita sebagai muslim sejati mempunyai akhlak yang lebih baik. Beliau juga menceritakan bahwa pernah ada seorang pemimpin besar negara di Eropa yang mengundurkan diri karena kesalahan yang dilakukannya. Sangat kontras dengan kondisi di dalam negeri kita. Dengan mayoritas warga umat muslim, namun masih banyak terjadi pelanggaran yang bahkan dilakukan oleh pemimpin-pemimpin negeri ini.

study tour study tour

Seusai penyampaian materi oleh Prof. Siregar, moderator membuka sesi tanya jawab dengan mempersilakan para mahasiswa yang hadir untuk mengajukan pertanyaan ataupun tanggapan kepada pembicara. Antusias para mahasiswa terlihat dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan. Ariyanto, mahasiswa S-1, mengajukan pertanyaannya tentang apakah ada perlindungan bagi umat muslim di Eropa terkait dengan semakin berkembangnya Islam di sana. Akhiri, mahasiswa S-2 menanyakan tentang apakah ada gagasan umat muslim di Eropa yang dapat diterapkan di Indonesia. Bahkan ada pula peserta dari universitas lain (UIN) yang menanyakan tentang efek percampuran budaya dan agama yang ada di Eropa,semisal perkawinan beda agama.

Acara berlangsung sekitar 2 jam dan ditutup sekitar pukul 15.00 wib. Dengan adanya acara seperti ini mahasiswa dapat menambah wawasan mereka tentang perkembangan hukum Islam khususnya di Eropa. Selain itu hal ini juga dapat memacu mahasiswa maupun para akademisi untuk lebih mendalami lagi tentang perkembangan hukum Islam yang nantinya akan bermanfaat bagi kemajuan Indonesia.