Ujian Terbuka Siti Fatimah Hadirkan Tokoh-tokoh Nasional

Sabtu, 3 Mei 2014, bertempat di ruang auditorium program pascasarjana FH UII, diadakan ujian terbuka atas nama Siti Fatimah, S.H., M.Hum. Yang menarik dari ujian promosi doktor ini adalah para pengujinya yang merupakan tokoh-tokoh hukum yang sudah berkiprah di tingkat nasional. Para dewan penguji pada ujian ini terdiri atas Prof. Mahfud MD, mantan Ketua MK, yang pada ujian kali ini berperan sebagai promotor, serta Prof. Deny Indrayana, Wamenkumham RI, sebagai co-promotor. Selain itu hadir pula Prof. Arif Hidayat, Wakil Ketua MK, Prof. Gayus Lumbun, Prof. Saldi Isra, dan Dr. Ni’matul Huda. Sedangkan yang menjadi ketua sidang ialah Dr. Ir. Harsoyo, pimpinan UII.

Siti Fatimah mengungkapkan terjadinya proliferasi (perluasan) kekuasaan kehakiman di tanah air pasca reformasi, merupakan tuntutan riil bangsa untuk memperbaiki penegakan hukum sehingga praktik ketatanegaraan dapat berjalan lebih baik sesuai dengan prinsip good governance serta check and balance. Pasca reformasi memang desakan dari masyarakat semakin menguat untuk mengembalikan fungsi hakiki kekuasaan kehakiman demi terwujudnya keadilan, kepastian hukum, dan prinsip-prinsip kekuasaan kehakiman yang demokratis. Meski proliferasi ini dinilai positif bagi kelangsungan kehidupan ketatanegaraan RI, namun sikap kritis dari warga negara juga diperlukan dengan pertimbangan aspek manajemen modern dan isu efisiensi.

Dalam kesimpulannya Siti Fatimah merekomendasikan untuk dilakukannya audit menajemen yang menyeluruh terhadap efektifitas kekuasaan kehakiman di Indonesia. Audit ini meliputi segala aspek manajemen lembaga kekuasaan kehakiman mulai dari struktur organisasinya, tata kelolanya, perencanaannya, sistem operasinya, manajemen sumber daya manusianya, rekrutmennya, cara kerjanya, dan aspek-aspek lainnya. Menurutnya, kekuasaan kehakiman yang baik dan dikelola oleh orang yang tepat akan dapat menjamin kepastian hukum bagi semua pencari keadilan.

Dalam ujian terbuka tersebut Siti Fatimah berhasil mempertahankan desertasinya di hadapan para penguji bahkan meraih penilaian Sangat Memuaskan. Dengan demikian, ia menjadi doktor ke-41 yang diluluskan Program Pascasarjana FH UII dan yang doktor ke-62 yang promosinya dilaksanakan di UII. (sumber: http://www.uii.ac.id/content/view/2810/130355250/ )

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *