Sidang Terbuka Sri Wahyuni

Sabtu, 26 April 2014, Program Doktor Ilmu Hukum UII dalam satu hari menyelenggarakan dua kali ujian terbuka doktor. Sri Wahyuni, S.Ag, M.Ag, M.Hum dan Asra, S.H, M.H, mendapatkan gelar doktor setelah berhasil mempertahankan disertasinya di depan para dewan penguji. Sri Wahyuni telah selesai melakukan riset dan menyusun disertasinya yang berjudul “Hukum Perkawinan Warga Negara Indonesia Beda Agama di Luar Negeri”. Sedangkan Asra telah berhasil menyelesaikan disertasinya yang berjudul “Corporate Rescue : Key Concept dalam Kepailitan Korporasi.”

Dalam disertasinya Wahyuni mengungkapkan bahwa perkawinan beda agama menjadi kendala saat dilakukan di Indonesia mengingat negara kita menjunjung tinggi hukum dan norma agama Islam yang jelas mengharamkan hal tersebut. Banyak pasangan yang ingin melakukan perkawinan beda agama melaksanakannya di negara lain seperti Singapura atau Hongkong. Ia menjelaskan bahwa perkawinan beda agama di kedua negara tersebut tidak berdasarkan hukum agama dan hanya mencatatkannya di catatan sipil, karena hukum agama tidak menjadi urusan publik di negara-negara tersebut. Sistem common law di negara tersebut yang menganut asas domisili dimanfaatkan oleh sebagian WNI untuk melegalkan perkawinan beda agama mereka.

Sidang ujian terbuka Wahyuni ini dipimpin oleh Dr. Ir. Harsoyo, MSc selaku pimpinan UII beserta 5 penguji lainnya, yakni Prof. Ridwan Khairandy selaku promotor, Prof. Jawahir Thontowi, Nandang Sutrisno, PhD, Dr. Siti Anisah, dan Prof. Adi Sulistyo.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *