Kuliah Pembukaan Mahasiswa Baru, PPs FH UII Mengundang Mantan Wakil Jaksa Agung

Proses kuliah untuk mahasiswa baru Pascasarjana Hukum UII akan dimulai pada akhir September ini. Sebagai penyemangat para mahasiswa baru, Program Pascasarjana mengadakan kuliah pembukaan dengan tema “Tantangan Aparat Penegak Hukum Dalam Menghadapi Kejahatan Transnasional”. Sebagai pembicara, PPs FH UII mengundang Bapak Dr. Darmono, SH, MM yang merupakan mantan Wakil Jaksa Agung RI. Kuliah pembukaan ini diadakan pada hari Sabtu, 21 September 2013, bertempat di Ruang Auditorium Lt.3 Gedung PPs FH UII. Acara ini diperuntukkan bagi mahasiswa baru program Magister angkatan 31 dan mahasiswa baru program Doktor angkatan 13.

Pada awal kuliahnya, Dr. Darmono mengungkapkan tentang hakekat penegakan hukum. Beliau mengatakan bahwa aturan hukum diciptakan pada hakekatnya adalah untuk kepentingan manusia itu sendiri. Setidaknya ada 3 tujuan pokok mengapa negara kita membentuk aturan hukum, yakni untuk mewujudkan kepastian hukum, memenuhi tuntunan rasa keadilan, dan memberi manfaat bagi manusia. Begitu mulianya cita-cita yang diharapkan semakin memperkuat posisi hukum yang menduduki posisi strategis dalam suatu negara. Adapun komponen-komponen yang harus ada dalam penegakan hukum pada pokoknya mencakup produk hukum, institusi (penyelenggara penegakan hukum), SDM penegak hukum, dan budaya hukum.

Produk hukum yang dimaksud adalah landasan dalam kehidupan bernegara, meliputi : UUD 1945, Undang-undang, Peraturan Pemerintah, dan Peraturan Daerah. Untuk menjadi produk hukum yang berkulitas, maka harus memenuhi persyaratan pokok yakni acceptable, aplicable, dan visible. Produk hukum tidak dapat diimplementasikan jika tidak ada institusi/badan yang mampu menjalankannya sesuai amanat. Untuk itu diperlukan adanya institusi penegak hukum baik yang bersifat permanen seperti Kepolisian, Kejaksaan, dan Pengadilan ataupun yang bersifat non-permanen (Ad Hoc).

study tour study tour

Selain itu, agar hukum dapat berjalan sesuai fungsinya, maka diperlukan adanya SDM penegakan hukum yang baik. SDM yang dimaksud di sini adalah pihak-pihak yang diberikan tugas/wewenang untuk menjalankan tugas-tugas peneyelenggaraan hukum. SDM berkualitas yang memenuhi persyaratan teknis, berintegritas, serta bermoral baik. Terakhir, agar hukum dapat berlangsung dengan baik maka perlu adanya masyarakat yang taat akan hukum.

Setelah panjang lebar menjelaskan tentang hakekat hukum, mantan wakil jaksa agung ini membahas tentang tema pada kuliah pembukaan ini, yakni tentang kejahatan lintas negara. Dr. Darmono mengemukakan bahwa yang dimaksud dengan kejatahan lintas negara (transnational crime) adalah “Kejahatan yang bersinggungan dengan kepentingan hukum dari 2 (dua) negara atau lebih”.

Adapun ciri-cirinya beliau ungkapkan dengan jelas. Pertama, PELAKU kejahatannya dimungkinkan berbeda kewarganegaraan. Kedua, PROSES/CARA pelaku dimungkinkan melibatkan kepentingan hukum dari 2 negara atau lebih. Ketiga, LOCUS DELICTI atau tempat terjadinya tindak pidana terjadi pada beberapa wilayah dari 2 negara atau lebih. Keempat, UPAYA MENGHINDAR terjadi di beberapa wilayah hukum 2 negara atau lebih. Kelima, dalam PENGEJARAN diperlukan kerjasama antar negara. Keenam, upaya RECOVERY atau memperoleh barang bukti diperlukan peran 2 negara atau lebih. Dan terakhir, SISTEM HUKUM yang digunakan perlu koordinasi dan sinkronisasi dari 2 negara atau lebih.

study tour study tour

Usai materi disampaikan seluruhnya, Ari Wibowo, MH selaku moderator membuka sesi tanya jawab. Mahasiswa dengan antusias mengajukan beberapa pertanyaan kepada Dr. Darmono. Namun, karena keterbatasan waktu, sesi tanya jawab hanya dibuka 1 sesi saja. Dengan melihat animo dari para mahasiswa, para calon cendekiawan dan praktisi hukum ini diharap mampu menempuh proses studi di PPs FH UII ini dengan baik dan kelak menjadi lulusan yang bermanfaat bagi bangsa.