Kuliah Pembukaan Angkatan XXX Kriminalisasi Kebijakan Dalam Pespektif HAN

Mengawali perkuliahan untuk angkatan XXX kelas Maret 2013, program Pascasarjana Fakultas Hukum UII mengadakan kuliah pembukaan dengan mengangkat tema “Kriminalisasi Kebijakan Dalam Perspektif Hukum Administrasi Negara”. Acara ini dilangsungkan pada hari Sabtu, 30 Maret 2013 bertempat di Ruang Auditorium Gedung Pascasarjana FH UII. Bapak Prof. Dr. Guntur Hamzah. SH. MH berlaku sebagai pembicara, sedangkan sebagai moderator adalah Bapak Dr. Ridwan, SH. MHum. Acara ini dihadiri oleh lebih dari 60 peserta. Turut hadir pula Bapak Drs. Agus Triyanta MA. MH. PhD selaku Sekretaris Program Pascasarjana, serta Bapak Dr. Saifudin SH. MHum.

Pada kesempatan ini, selaku pembicara, Prof. Guntur Hamzah mengemukakan salah satunya tentang pentingnya menghindari penyalahgunaan wewenang yang dapat menimbulkan kriminalisasi. Penyalahgunaan wewenang ini dapat terjadi karena bertentangan dengan undang-undang, melampaui batas wilayah berlakunya, ataupun karena dikeluarkan di luar substansi atau materi wewenang yang diberikan.

Peserta yang mengikuti perkuliahan ini tidak hanya mahasiswa baru tetapi juga beberapa mahasiswa angkatan sebelumnya. Para peserta terlihat antusias mengikuti jalannya perkuliahan, terbukti dari banyaknya pertanyaan yang diajukan peserta pada akhir sesi kuliah. Pada akhir acara diadakan orientasi singkat yang disampaikan oleh Sekretaris Program, Bapak Agus Triyanta. Orientasi ini bertujuan memberikan informasi kepada mahasiswa baru terkait dengan informasi akademik, tata tertib, dan lain-lainnya yang akan menunjang selama menjalani proses studi di Pascasarjana Hukum UII. Mahasiswa diharapkan dapat menempuh studi dengan baik, memiliki akhlak yang baik, serta kelak mampu mengamalkan ilmunya dengan baik.

Mahasiswa MH UII Kunjungi MK Dan KPK

Dalam rangka menambah pengalaman keilmuan sekaligus menjalin silaturahim, mahasiswa Magister Hukum UII angkatan 29 mengadakan kunjungan ke beberapa lembaga negara di Jakarta. Bertolak dari Jogjakarta pada hari Sabtu, 16 Maret 2013, rombongan ini membawa 20 mahasiswa yang rencananya akan mengunjungi MK, MA, dan KPK.

Sebelum melakukan kunjungan ke lembaga negara, rombongan memilih untuk mengisi hari pertama dengan refreshing. Karena salah satu tujuan perjalanan ini adalah untuk memupuk kekompakan dan silaturahim antar mahasiswa, maka kesempatan di hari Minggu ini diisi dengan kegiatan yang bersifat rekreasi. Menghilangkan penat setelah banyak melakukan aktivitas kuliah dan sebagainya.

Keesokan harinya, rombongan melakukan kunjugan pertama ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). KPK menyambut baik kedatangan para mahasiswa MH UII. Di sana mereka juga telah disambut oleh dosen pendamping rombongan, Ibu Dr. Ni’matul Huda, SH, Mhum. Di ruang audiensi para mahasiswa mendapat pengarahan dan penjelasan dari Said Zainal Abidin, penasehat KPK. Said mengatakan bahwa korupsi adalah salah satu kejahatan terbesar di negeri ini. Kejahatan ini lah yang menyebabkan Indonesia yang seharusnya kaya, tapi justru rakyatnya banyak yang miskin. Korupsi saat ini terjadi secara sistematik dan struktural, sehingga hal ini lah yang menjadi tugas berat bagi KPK. Lalu, salah seorang mahasiswa dari rombongan, bertanya tentang apa rintangan nyata yang dihadapi oleh KPK di lapangan. Menanggapi pertanyaan ini, Said menjelaskan bahwa KPK saat ini masih kekurangan penyidik. Untuk Indonesia dengan jumlah penduduk sekitar 2 juta jiwa, KPK hanya mempunyai penyidik sebanyak 50 orang. Bandingkan dengan Hongkong yang penduduknya 250 ribu jiwa, komisi pemberantasan korupsinya memiliki 2.500 penyidik. Hal ini yang salah satunya menjadi kendala KPK dalam mengusut kasus korupsi yang sedemikian banyak di negeri ini.

study tourSelesai berkunjung ke KPK, rombongan segera bertolak ke Mahkamah Konstitusi (MK). Sama seperti di KPK, di sini mahasiswa MH UII disambut dengan hangat oleh Prof. Hardjono, salah satu Hakim MK. Beliau banyak menyampaikan terkait dengan konstitusi dan UUD 45. Diskusi pun terjadi antara beliau dengan para mahasiswa. Bu Ni’mah mengatakan bahwa dari diskusi ini mahasiswa dapat mengambil beberapa hal yang mungkin nantinya dapat dijadikan penelitian atau Tesis.

Setelah kurang lebih 2 jam berada di MK, rombongan melanjutkan perjalanan ke Mahkamah Agung (MA). Di MA rombongan diterima oleh 2 orang panitera muda MA. Beliau berdua mengungkapkan tentang persoalan-persoalan di MA terkait dengan SDM dan sistem yang bermasalah, seperti penumpukan kasus hingga 8.000 kasus. Pertanyaan pun banyak dilontarkan oleh mahasiswa, sehingga terjadi dikusi yang hangat. Dari kunjungan mahasiswa ke 3 lembaga negara ini, banyak manfaat yang didapatkan. Mahasiswa lebih mengerti lagi tentang lembaga negara itu sendiri. Dengan banyak diskusi, mereka menjadi tahu akan permasalah hukum yang nyata terjadi di negeri ini. Selain itu kegiatan ini menambah kekompakan dan silaturahim antar mahasiswa.

study tourstudy tour